Bungkam Palermo, Inter Pertahankan Coppa Italia


Inter juara Coppa Italia/ dok.SOCCER
Inter juara Coppa Italia/ dok.SOCCER

Inter Milan akhirnya mampu merebut gelar ketiga pada musim ini. Setelah meraih Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub, gelar Coppa Italia menjadi hiburan bagi I Nerazzurri usai kegagalan mempertahankan Scudetto.

Pada laga final Coppa Italia kali ini, skuad asuhan Leonardo itu mampu menaklukkan Palermo dengan skor 3-1 di Stadion Olimpico, Roma. Gelar yang membuat Leonardo semakin aman di posisi pelatih Inter.

Sejak awal babak pertama, pertandingan berlangsung alot. Palermo sempat menciptakan ancaman melalui Abel Hernandez, namun tembakannya masih meleset.

Javier Pastore hampir saja memecah kebuntuan bagi Palermo pada menit ke-19. Namun, kiper Inter, Julio Cesar bereaksi menangkap bola yang dikuasai Pastore sebelum sempat dieksekusi.

Inter berusaha meredam agresivitas Palermo dengan memainkan penguasaan bola. Sementara Palermo terus bemain lebih agresif dalam melancarkan tekanan ke daerah pertahanan Inter.

Pada menit ke-26, Inter akhirnya mampu memecah kebuntuan lebih dulu. Thiago Motta mengirim bola kepada Wesley Sneijder yang meneruskan kepada Eto’o. Striker asal Kamerun itu berhasil menguasai bola sebelum menaklukkan kiper Palermo, Salvatore Sirigu.

Gol itu membuat Palermo kian terlecut. Mereka coba bangkit dan mencetak beberapa peluang. Namun hingga turun minum skuad asuhan Delio Rossi itu gagal mencetak gol balasan.

Permainan pada babak kedua semakin hidup. Baik Inter maupun Palermo sama-sama memeragakan permainan terbuka. Namun disiplin para pemain I Nerazzurri membuat upaya Palermo kerap kandas.

Bahkan, Inter kembali mampu mencuri tambahan gol saat laga memasuki menit ke-76. Adalah Eto’o yang mencetak gol keduanya ke gawang Sirigu, sekaligus menjadi koleksi ke-37 sepanjang musim ini.

Setelah melepaskan diri dari jebakan off-side, Eto’o menggiring bola hasil umpan Sneijder, sebelum mampu kembali menaklukkan Sirigu dalam duel satu lawan satu di mulut gawang.

Palermo bereaksi cepat, membalas serangan itu. Usaha mereka kali ini membuahkan gol melalui tandukan Ezequiel Munoz pada menit ke-88.  Sayang, hanya dua menit setelahnya, Munoz menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Eto’o.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Inter untuk menambah tekanan dan pada menit ke-92, mereka kembali melebarkan jarak berkat gol Diego Milito memanfaatkan umpan Goran Pandev. Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Inter mempertahankan gelar Coppa Italia yang diraihnya musim lalu. (Irawan)

sumber http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Internasional/Liga-Italia/Serie-A/News/Bungkam-Palermo-Inter-Pertahankan-Coppa-Italia

Selain Trofi, Gerard Pique Juga Bawa Pulang Jaring Gawang


Ada-ada saja yang dilakukan bek Barcelona itu usai memastikan gelar juara Liga Champions musim ini. Ia memotong jaring gawang di Wembley Stadium dan membawanya pulang.

Oleh M Yanuar F

Gerard Pique melakukan selebrasi unik usai membawa Barcelona menjuarai Liga Champions musim ini. Dia membawa pulang jaring gawang stadion Wembley.

Saat rekan-rekannya merayakan sukses menundukkan Manchester United 3-1 dan mengangkat gelar juara, Pique malah menuju gawang dan memotong jaring.

Setelahnya, dia menggulung dan menggotongnya masuk ke ruang ganti. Pique juga sempat merayakan gelar juara bersama rekan-rekannya meski datang sedikit terlambat.

Tidak jelas alasan Pique melakukan hal ini, namun sepertinya dia meniru ‘budaya’ di bola basket mahasiswa di mana setiap pemenang boleh mambawa pulang jaring yang ada di rin. Untuk kasus sepakbola, Pique membawa pulang jaring gawang.

Ada-ada saja!

sumber http://www.goal.com/id-ID/news/2399/humor/2011/05/29/2508411/selain-trofi-gerard-pique-juga-bawa-pulang-jaring-gawang

Pentas Terakhir Kebersamaan Class Of ’92 Di Wembley


Akademi Manchester United merupakan sebuah fenomena karena tak berhenti memunculkan pemain terbaik.

Oleh Ivena Kasatyo

Manchester united 1992 - The retirement of Gary Neville , Beckham & Giggs & Brown & Phil & Paul Scholes & Nicky Butt
Manchester united 1992 – The retirement of Gary Neville , Beckham & Giggs & Brown & Phil & Paul Scholes & Nicky Butt

Class of ’92 kembali disebut saat legenda Manchester United Gary Neville melakukan laga testimonial di Old Trafford, Rabu (25/5). Bukan apa-apa. Laga perpisahan kapten United yang memasuki masa pensiun melawan Juventus itu menampilkan ‘rekan kerja’ Neville sejak dari yunior.

Mulai dari sahabat dekatnya, David Beckham, Nicky Butt, Paul Scholes yang masih menjadi bagian penting United, dan sang adik, Phil Neville yang kini menjadi kapten Everton. Menariknya, laga testimonial digelar hanya beberapa hari menjelang final Liga Champions melawan Barcelona, Sabtu (28/5).

Di antara alumni Class of ’92, hanya Giggs dan Scholes yang tersisa yang akan bertarung di final Liga Champions. Bahkan ini akan menjadi pentas terakhir bagi Ginger Prince alias Pangeran Jahe memutuskan mengikuti jejak Neville, pensiun dari sepakbola. Alhasil, Giggs akan menjadi pemain terakhir yang bertahan di United sesudah pertandingan ini.

Sejak dimunculkan pertama kali pada musim 1995/96, angkatan Class of ’92 dari akademi United langsung menjadi fenomena. Mereka sudah menunjukkan potensi dengan memenangi sejumlah titel di level yunior.

Bahkan manajer Sir Alex Ferguson tak takut membuang sebagian pemain lama yang sesungguhnya telah memberi kontribusi besar membawa United menjadi juara saat kompetisi diubah menjadi Liga Primer Inggris.  Pasukan mudanya yang rata-rata masih berusia di bawah 24 langsung menjadi tulang punggung the Red Devils.

Langkah Ferguson dinilai sebagai perjudian besar yang diyakini berakhir kegagalan. Bagaimana mungkin melepas pemain pilar demi memberi tempat pemain debutan. Apalagi, United mengawalinya dengan kekalahan 3-1 dalam laga tandang melawan Aston Villa pada 19 Agustus 1995.

Bahkan pundit terkenal Alan Hansen mengomentari laga itu, “You’ll never win anything with kids”. Namun, Ferguson membuktikan dirinya bisa memenangi titel juara dengan ‘anak-anak’. United menunjukkan dominasinya. Hebatnya, mereka meraih gelar ganda setelah di final Piala FA menaklukkan klub legendaris, Liverpool 1-0.

Kalimat You’ll never win anything with kids kemudian menjadi semacam tagline dalam t-shirt merchandise United.

Sejak itu, United mengukuhkan dominasi mereka di Liga Inggris. Bila di era sebelumnya pada 1960-an muncul Busby Babes, kini para alumni akademi disebut sebagai Fergie’s Fledglings. Puncaknya, mereka membawa United meraih treble 1999.

Sayang, Scholes melewatkan final Liga Champions 1999 karena akumulasi kartu kuning. Saat United kembali masuk final Champions 2008, Scholes menjadi pemain pertama yang disebut Ferguson bakal menjadi starter.

Selama satu dekade, Class of ’92 menjadi pilar kekuatan United. Mereka juga mewarnai sepakbola Inggris dengan mendominasi skuad the Three Lions.

Class of ’92 memang unik. Saya beruntung pernah menangani anak-anak muda yang istimewa. Selama bertahun-tahun mereka bermain bersama dan meraih sukses di level tertinggi. Menurut saya, tidak ada lagi kelompok anak muda yang bisa memberi dampak luar biasa dalam sepakbola Inggris selain mereka,” kata Ferguson.

Ya, Class of ’92 memang sebuah fenomena. Mereka adalah produk terbaik yang pernah dilahirkan akademi United. Dalam sejarahnya, akademi itu memang telah memunculkan banyak pemain yang kemudian menjadi bintang. Di usianya sudah seabad lebih itu, akademi memang menjadi inti pembinaan pemain muda yang diharapkan menjadi tulang punggung United.

Tak heran bila seleksi untuk masuk akademi tak mudah. Tak semua pemain muda bisa masuk, bahkan untuk sekadar mengikuti trial. Tes yang menjadi persyaratan masuk akademi hanya diperuntukkan mereka yang memang mendapat undangan dari klub.

Melalui proses yang ketat dan kemudian rutin tampil di kompetisi yang tidak kalah ketat untuk usia mereka, produk akademi United pun jelas berkualitas. Penyaringan yang ketat pun kembali diberlakukan sebelum pantas mengenakan kostum the Red Devils. Termasuk ‘mengikuti ujian’ dengan dipinjamkan ke klub-klub yang kurang tenar.

Dan, United menjaga tradisi itu. Meski pembelian pemain top berharga mahal rutin dilakukan, namun klub tak pernah mengabaikan produk dari akademi sendiri. Tak heran bila banyak produk akademi yang mencuat, termasuk legenda Ryan Giggs, Bobby Charlton dan Bill Foulkes.

Belum lagi George Best, Mark Hughes, David Platt, Nobby Stiles, Duncan Edwards sampai generasi saat ini yang masih menjadi andalan United seperti Wes Brown, John O’Shea dan Darren Fletcher serta Gerard Pique yang ironisnya menjadi pilar Barca.

Di Wembley, produk akademi United akan kembali bertemu di final Champions. Menariknya, Barca juga didukung oleh alumni dari La Masia, akademi Barca yang tidak kalah hebat dengan United.

Setelah era Fergie’s Fledglings, generasi baru terus dimunculkan dari akademi United. Hanya, mereka memang tidak sefenomenal Class of ’92 meski tetap diperhitungkan.

Kiper Ben Amos yang merupakan produk asli akademi sudah menjadi incaran. Apalagi, United bakal mendatangkan David de Gea. Bahkan Amos disebut-sebut bakal menjadi pesaing Joe Hart di timnas Inggris.

Tak berhenti di situ. Kini, produk teranyar akademi mulai menjadi topik hangat setelah sukses merebut Piala FA yunior dengan menaklukkan Sheffield United.

Seperti Class of ’92, pasukan remaja dari akademi diyakini bakal mencuat. Sebut saja Tom Thorpe (bek tengah/18), Ryan Tunnicliffe (tengah/18) yang mendapat pujian langsung dari Ferguson maupun Neville, William Keane (striker/18), Paul Pogba (tengah/18) serta ‘bocah bandel’ Ravel Morrison (tengah, depan/18).

Morrison paling sering bermasalah di akademi. Wajar karena dia muncul dari kawasan hitam di Manchester. Hanya dua hari setelah direkrut akademi, ia sudah ditangkap karena melakukan intimidasi terhadap saksi mata. Menanggapi hal itu, klub pun berujar, “Satu hal yang perlu dilakukan adalah mendukung dan membantu dia dalam proses rehabilitasi.”

Dan, Morrisson mampu menjawab kepercayaan yang diberikan akademi. Tak ada yang memungkiri, talentanya memang luar biasa. Ya, sekolah United tak sekadar mencetak pemain hebat tapi mengubah karakter siswanya menjadi lebih baik.

Hasilnya? Akademi United tak pernah berhenti memunculkan pemain hebat. Scholes yang mewakili generasi terakhir Class of ’92 di Old Trafford mungkin segera pensiun. Namun, generasi baru akan terus bermunculan.

sumber http://www.goal.com/id-ID/news/1108/sepakbola-inggris/2011/05/27/2505220/spesial-pentas-terakhir-kebersamaan-class-of-92-di-wembley


Barcelona meraih gelar keempatnya di kompetisi Liga Champions dengan menundukkan Manchester United dinihari tadi.

Oleh M Yanuar F

29 Mei 2011 12:31:00 

UEFA Champions League: Barcelona celebrates
UEFA Champions League: Barcelona celebrate

Barcelona memastikan diri sebagai kampiun antarklub terbaik Eropa musim ini setelah di final Liga Champions 2010/11 dinihari tadi menundukkan Mancehster United 3-1.

Kemenangan di Wembley Stadium itu membuat koleksi gelar Liga Champions Barcelona bertambah menjadi empat, satu trofi lebih baik dari Manchester United.

Gelar tersebut juga menjadi gelar ketiga Barcelona dalam enam musim terakhir di kompetisi Liga Champions. Juga trofi itu menegaskan dominasi Barcelona di musim ini setelah juga mampu meraih trofi domestik La Liga Spanyol beberapa minggu lalu.

Namun demikian perolehan trofi Barcelona di kompetisi Liga Champions masih kalah dari Real Madrid yang dominan dengan sembilan trofi juara di tangan, disusul Milan dan Liverpool, masing-masing dengan tujuh dan lima trofi.

Ada pun Barcelona berada di tingkat yang sama dengan Ajax Amsterdam dan Bayern Muenchen dengan empat trofi juara.// <![CDATA[
if (!ord) var ord = Math.round(Math.random() * 100000000);
dblClickIndex++;
document.write('’);document.write(”);document.write(”);document.write(”);
// ]]>

Inilah daftar juara Liga Champions:
1955/56 Real Madrid
1956/57 Real Madrid
1957/58 Real Madrid
1958/59 Real Madrid
1959/60 Real Madrid
1960/61 Benfica
1961/62 Benfica
1962/63 Milan
1963/64 Internazionale
1964/65 Internazionale
1965/66 Real Madrid
1966/67 Celtic
1967/68 Manchester United
1968/69 Milan
1969/70 Feyenoord
1970/71 Ajax
1971/72 Ajax
1972/73 Ajax
1973/74 Bayern München
1974/75 Bayern München
1975/76 Bayern München
1976/77 Liverpool
1977/78 Liverpool
1978/79 Nottingham Forest
1979/80 Nottingham Forest
1980/81 Liverpool
1981/82 Aston Villa
1982/83 Hamburger SV
1983/84 Liverpool
1984/85 Juventus
1985/86 Steaua Bucuresti
1986/87 Porto
1987/88 PSV
1988/89 Milan
1989/90 Milan
1990/91 Crvena zvezda
1991/92 Barcelona
1992/93 Olympique Marseille
1993/94 Milan
1994/95 Ajax
1995/96 Juventus
1996/97 Borussia Dortmund
1997/98 Real Madrid
1998/99 Manchester United
1999/00 Real Madrid
2000/01 Bayern München
2001/02 Real Madrid
2002/03 Milan
2003/04 Porto
2004/05 Liverpool
2005/06 Barcelona
2006/07 Milan
2007/08 Manchester United
2008/09 Barcelona
2009/10 Internazionale
2010/11 Barcelona

Daftar Klub Dengan Jumlah Gelar Terbanyak
9 Real Madrid
7 Milan
5 Liverpool
4 Ajax, Bayern Muenchen, Barcelona
3 Manchester United, Inter
2 Benfica, Juventus, Nottingham Forest, Porto
1 Aston Villa, Borussia Dortmund, Celtic, Crvena Zvezda, Feyenoord, Hamburg SV, Olympique Marseille, PSV, Steaua Bucharest

Negara Dengan Jumlah Gelar Juara Terbanyak

13 Spanyol
12 Italia
11 Inggris
6 Inggris, Jerman (Barat)
4 Portugal
1 Prancis, Rumania, Skotlandia, Yugoslavia

sumber http://www.goal.com/id-ID/news/1572/data-statistik/2011/05/29/2508372/daftar-juara-liga-champions

Pelatih Guardiola Ukir Sejarah


LONDON (Pos Kota) – Sukses Barcelona meraih berbagai gelar dalam beberapa musim terakhir, tidak terlepas dari peran besar pelatih Josep ‘Pep’ Guardiola. Dalam tiga musim terakhir, Guardiola sudah berhasil membawa pulang 14 trofi ke Camp Nou, termasuk gelar Liga Champions yang mereka bawa usai mengalahkan Manchester United (MU) 3-1 pada partai final di Wembley, Minggu (29/5) dinihari WIB.

Namun lebih dari itu, Guardiola bahkan tercatat telah mengukir berbagai sejarah baru bersama Barcelona baik sebagai pemain maupun pelatih. Berikut berbagai catatan sejarah yang diukir Guardiola bersama Barca:

1. Lebih dari 900 gol berhasil dikemas Lionel Messi di pentas Eropa setelah menyumbang satu gol saat Barca mengalahkan Manchester United (MU) 3-1 di final Liga Champions, Minggu (29/5) dinihari WIB.

2. 99 poin dari 114 poin sempurna dalam satu musim berhasil dibukukan Barcelona pada musim 2009-10.

3. 23 pertandingan tandang tanpa kalah, berhasil dicatat tim Catalan ini dalam waktu dari setahun. Rekor sebelumnya 19 pertandingan berhasil dibukukan oleh Real Madrid di era 1979 dan 1980.

4. 17 final Eropa kini telah dicapai Barc, sekaligus memecahkan rekor sebelumnya, 16 kali final Eropa yang pernah dicatat rival abadinya Real Madrid.

5. 10 piala telah dimenangkan oleh Guardiola selama tiga musim dikemas.
6. 9 dari 11 gelar liga telah dimenangkan oleh Barcelona selama dua dekade terakhir yang melibatkan Guardiola baik sebagai maupun pelatih.

sumber http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/29/pelatih-guardiola-ukir-sejarah

Libas MU, Barca Juara Liga Champions


Minggu, 29 Mei 2011 | 9:19

Para pemain Barcelona merayakan kemenangan di Liga Champions
Para pemain Barcelona merayakan kemenangan di Liga Champions

[LONDON] Tim raksasa asal Spanyol, Barcelona, memastikan gelar Champion untuk kedua kalinya dalam tiga msuim terakhir setelah menumbangkan wakil Inggris, Manchester United 3-1. Bermain di Stadion Wembley, Inggris, yang berkapasitas 90 ribu penonton, tak membuat Barcelona kehilangan ciri khas permainan atraktif mereka dengan umpan-umpan ‘tiki-taka’.

Gol Barcelona masing-masing dicetak oleh Pedro, Lionel Messi, dan David Villa.

Tendangan spektakuler dari Wayne Rooney sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama setelah tertinggal terlebih dahulu oleh gol pembuka dari Pedro.

Pada babak kedua, juara Liga Primer tersebut tak mampu menahan gempuran tim asuhan Pep Guardiola.

Hasilnya, Messi dan Villa memaksa Van der Saar memungut bola dari gawangnya.

Ferguson menerjunkan tim dengan formasi yang sama saat menang 2-0  melawan wakil Jerman, Schalke di leg pertama semifinal, muncul kejutan dengan mencoret Dimitar Berbatov dari skuad.

Berba, pencetak gol terbanyak Liga Premier musim ini, belum pernah diturunkan dalam kompetesi Eropa sejak tahun 2008.

Posisi pemain asal Bulgaria itu digantikan Michael Owen yang duduk di bangku cadangan.

Usai pertandingan, Ferguson menyatakan, tidak ada pihak yang harus disalahkan karena kekalahan ini.

a merasa telah berbuat sebaik mungkin, namun Barcelona merupakan tim yang lebih baik.

“Mereka merupakan tim terbaik yang pernah kami hadapi selama ini. Mereka berada dalam puncak permainannya saat ini,” katanya.

Ia melanjutkan, tidak perlu merasa malu dengan kekalahan ini. Timnya merupakan tim yang konsisten di kompetisi Eropa tersebut, tapi di kalahkan oleh tim terbaik di ajang ini

Ia beraharap dapat melakukan yang lebih baik, karena penampilan apik timnya selama musim ini.

Strategi Barcelona dengan penguasaan bolanya, menurut Fergie, membuatnya terpukau.

“Sesekali Anda akan berhadapan dengan tim yang jauh lebih baik dan malam ini adalah salah satunya. Tantangan kami saat ini adalah untuk menjadi lebih baik dan semakin baik. Musim depan mungkin kami akan meningkat lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Pep Guardiola, pelatih yang baru menangani Barcelona tiga musim terakhir ini mengatakan, pertandingan melawan MU merupakan pertandingan yang sulit.

Ia menyadari tidak mudah menghadapi MU yang mempunyai sejarah hebat

“Beberapa waktu lalu, kami tidak memiliki tropi Liga Champions dan saat ini kami memiliki empat dan akan membawa gelar lainnya ke rumah,”

Ia menegaskan timnya tidak akan puas begitu saja dengan pencapaiannya sejauh ini.

Tercatat, dalam waktu tiga tahun, di bawah asuhan Pep, Barcelona telah meraih 10 gelar termasuk dua kali liga Champions.

“Kami akan mencoba untuk meningkatkan kualitas, kami ingin semakin baik. Messi sangat unik. Saya berharap ia tidak kehilangan ambisinya, dan klub sangat peduli untuk tetap menjaganya dengan baik,” katanya.

Bagi penjaga gawang MU, Edwin van der Sar, laga penutup kariernya ini harus berakhir dengan kekecewaan. Pemain asal Belanda itu merasa bersalah karena membiarkan striker mungil, Lionel Messi melewatinya pada awal babak kedua.

“Kami membuat satu atau dua kesalahan, dan itu menghukum kami. Tentu bukan hal yang menyenangkan untuk kalah, tapi mereka mempunyai kesempatan yang lebih baik. Saya tidak tahu jika saya mampu menghalau gol dari Messi. Kami bermain baik 15 menit pertama, sama seperti tahun 2009 di Roma. Ini bukanlah catatan akhir karir yang baik, tapi saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya untuk kenangan yang ada,” tuturnya.

Satu gol Messi yang dilesakkan pada malam itu, menambah koleksi golnya menjadi 100 dalam dua musim terakhir. Selain itu, demonstrasi keterampilan, kekuatan dan finishing yang mematikan membuat nya layak menjadi pemain terbaik di dunia.

Strategi yang diterapkan Manajer “The Red Devil”, Sir Alex Ferguson tidak mampu untuk menghentikan pergerakan para pemain tim besutan pelatih Pep Guardiola yang sangat lincah.

Kekalahan ini merupakan kedua kalinya bagi MU di final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir dari tim yang sama pada 2009 lalu, saat itu, Barca menang 2-0,

Sementara itu, Eric Abidal kembali dipasang di posisi bek kiri setelah pemulihan paska operasi pada tumor hati pada Maret lalu. Selain itu, ia mendapat penghargaan untuk menjadi pemain Bacelona pertama yang mengangkat trophy tersebut.

Strategi Barca, hampir seperti yang mereka lakukan dua tahun yang lalu, melakukan permainan menyerang, dan menutup celah Michael Carrick untuk mengalirkan bola ke striker.

Kemudian, seperti saat di Roma, Barca menguasai permainan. Tercatat, 40 kali ia mengumpan pada babak pertama, jumlah ini melebih dua kali lipat dari seluruh jumlah passing para pemain MU.

Permainan “tiki-taka” pun mulai berbicara terutama saat melakukan tekanan. Dua pemain bertahan MU, Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic harus berjibaku di jantung pertahanan untuk menahan gempuran serangan dari David Villa dan Messi.

Pada menit ke 21, Barca mendapat peluang dari penyerang asal Spanyol, David Villa. Namun, tendangan Villa tersebut masih mengarah tepat ke arah Van der Saar. Pada menit ke-27 melalui kaki penyerang muda, Pedro,

Barca membuka kemenangan. Berawal dari umpan matang yang dilepas Xavi, Pedro yang berdiri bebas, melesakkan bola rendah ke pojok kiri Van der Saar. Skor 1-0 untuk Barcelona.

Kemenangan Barca ini tak bertahan lama. Selang beberapa menit kemudian, pada menit ke-34, berkat kerjasama satu-dua, Ryan Giggs yang lolos dari jebakan offside memberikan umpan matang yang langsung dimanfaatkan oleh Rooney.

Tendangan keras pemilik no 10 ini tak mampu dihalau oleh kiper Barcelona, Victor Valdes. Skor 1-1 ini bertahan hingga turun minum.Barcelona tidak mudah terpengaruh, dan terus menekan pertahanan MU.

Babak kedua baru berjalan sembilan menit, kembali jala Edwin Van der Saar dirobek. Kali ini melalui kaki Messi.

Tendangan kaki kiri yang kencang dari luar kotak penaltinya, bersarang di pojok kanan bawah Van der Saar. Setelah gol tersebut, serangan Barca tak berkurang. Gerakan Messi membuat pertahanan MU kewalahan, dan terkurung.

Kemenangan Barca dipastikan ketika 20 menit menjelang laga usai, Messi yang menusuk kotak penalti MU berhasil dihalau, bola liar tersebut kemudian jatuh ke pemain pengganti, Nani yang salah memberikan operan. David Villa segera menyambut dengan sebuah tendangan akurat di pojok kiri atas Van der Saar.

Penguasaan bola yang dilakukan Barca membuat para pemain MU frustasi, Rooney terus bekerja keras, namun upaya Rooney seperti sia-sia karena kurang maksimalnya peran Giggs dan Javier Hernandez yang seperti tak melakukan apa-apa.

Alhasil, upaya mereka tidak membuat lawan keringat. Pemain tengah Barcelona, Javier Mascherano mengatakan laga kali ini membuat perhatian timnya berkali lipat dan penampilan yang disuguhkan pun sungguh luar biasa.

“Kami sangat senang karena kami bermain dengan cara yang kami tahu,” katanya.

Sementara itu, bek yang juga kapten “Setan Merah” Nemanja Vidic mengatakan, ambisi timnya adalah untuk menang.

Namun, ia mengakui, Barcelona memainkan permainan yang lebih baik dari timnya.

“Ketika Anda datang ke final, Anda ingin menang Kami tidak menang hari ini, tapi kita harus mengatakan malam ini bahwa Barcelona memainkan beberapa sepakbola yang baik. Mereka memiliki peluang lebih dari yang kita lakukan. Dan mereka lebih baik dari kita malam ini,” tuturnya.

Pemain Barcelona saat ini rata-rata masih berusia sekitar 20-an tahun, untuk itu dalam waktu dekat sepertinya kedigdayaan tim ini masih sulit digeser oleh tim lain.

sumber http://www.suarapembaruan.com/home/libas-mu-barca-juara-liga-champions/7300

Kata-Kata Mereka Untuk United vs Barca Di Final Liga Champions 2011


Semua boleh berpendapat semua boleh berkata-kata dan kemudian merangkainya ke dalam sebuah kalimat untuk menggambarkan harapan mereka untuk Final Liga Champions 28 Mei nanti di Wembley.

Hak berkata-kata tersebut semuanya setara, karena apa yang mereka ungkapkan adalah bagian dari harapan, karena harapan pula manusia mau bertahan.

Meski belum tentu apa yang mereka harapkan sejalan dengan kenyataan yang ada, namun sekali lagi harapan yang membuat segalanya lebih bermakna untuk dinanti meski kadang kenyataan pahit yang lebih sering datang.

Dan berikut ini adalah rangkuman kata-kata dari mereka, baik dari pelaku maupun para pengamat menyoroti partai yang paling dinanti-nanti untuk penutup musim 2010-2011 ini apa lagi kalau bukan Barcelona vs Manchester United.

Glen Hoddle (Mantan pelatih timnas Inggris dan Chelsea)

“Mungkin akan realistis untuk mentargetkan sebuah gelar bagi klub, tetapi tidak untuk ajang Liga Champions. Karena untuk sementara Barcelona masih digdaya, tidak untuk tim Barcelona yang ini.”

“Tim Barca saat ini begitu indah, semua orang tahu itu, tapi saya pikir mereka masih akan bisa berkuasa selama bertahun-tahun, dua, tiga, empat atau bahkan lima tahun mereka akan menang secara beruntun, seperti yang telah dilakukan beberapa klub di masa lalu.”

“Jadi, tidak akan ada ‘tanda tanya’ mengapa klub di negeri ini tidak bisa memenangkannya, tidak ada tanda pertanyaan tentang mengapa klub London tidak bisa menang, ‘tanda tanya’-nya adalah Barcelona, atau lebih tepatnya mereka adalah jawabannya untuk masa sekarang,”

Arsene Wenger (Pelatih Arsenal)

“Barca tampak cukup kelelahan dan Manchester United tampak cukup tajam secara fisik dalam tiga atau empat laga terakhir. Mereka tampak sudah kepayahan jadi saya rasa peluang ada di pihak United.”

“Saya tak tahu apa yang akan mereka putuskan, tapi hanya itu ketidakpastian yang Anda punya. Anda tahu bagaimana Barcelona akan bermain, tapi Anda tak tahu bagaimana United akan bermain.”

Hristo Stoichkov (Legenda Barcelona)

“Saya melihat laga final nanti tak ubahnya seperti laga yang mudah bagi Barcelona. Mereka terbiasa memenangkan laga semacam ini dan mereka juga mempunyai pemain hebat macam Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta dan pemain Barca lainnya,”

David Beckham (Pemain LA Galaxy, eks United)

“Setiap orang berbicara tentang Barcelona sebagai tim terbaik di dunia dan memang itu lah kenyataannya. Tetapi ada orang yang dapat mengalahkan Barcelona yang sedang berada di puncak mereka, dan orang itu adalah Sir Alex Ferguson. Ia tahu bagaimana melakukan itu. Saya berharap mereka akan melakukannya di Final,”

Nani (winger dari Manchester United)

“Kekalahan dari Barcelona di Roma masih begitu menyakitkan bagi kami semua, dan kali ini seluruh dari tim ini pasti akan sangat termotivasi,”

“Tidak ada orang yang suka berlarian mengejar bola dan dipermainkan bola. karena ini sangat sulit. Jadi apa yang bisa kami lakukan adalah mencoba mematikan tiki-taka mereka secepat mungkin,”

Lionel Messi (Pemain depan Barcelona)

“Saya pikir ini adalah final yang ideal, ketika kami bertemu dengan Manchester United. Mereka adalah tim yang berada di level yang sama dengan kami, dan saya bisa yakinkan hal itu akan membuat laga final semakin sempurna.”

“Saya menaruh rasa hormat yang besar kepada pencapaian Ferguson. Anda tentu seorang pelatih hebat dan bukan orang sembarangan, jika terus meraih sukses dengan klub yang sama berulang-ulang kali. Serta membesarkan pemain dan mengembangkan gaya permainan,” ucap Messi

Ryan Giggs (Pemain Senior Manchester United)

“Masalah yang kami dapatkan di Final 2009 Roma adalah karena kami tak sanggup membalikkan keadaan, kami tak sanggup menghadirkan kualitas sepakbola yang sebenarnya kami miliki,”

“Kami sangat berharap hal itu bakal terbayarkan di Wembley, bermain dengan penuh harapan menunjukan diri kami tim yang bagus dan memang sanggup bermain seperti itu,”

“Wembley adalah stadion yang telah banyak menghadirkan sejarah kami pernah meraih gelar Eropa di sana, semoga bisa terulang lagi,”

Eric Abidal (Bek Kiri Barcelona)

“Saya pikir kali ini peluang 50:50, semua berimbang buat Barcelona dan juga Manchester United, mari berharap saja, tim terbaik bakal menjadi pemenangnya, dan semoga itu adalah kami,”

“Laga ini adalah laga yang begitu besar maknanya bagi kami dan kami selalu kembali ke motto kami ‘lebih dari sekedar klub’, semoga kami bisa memang lagi nantinya”

Rio Ferdinand (Bek Tengah Manchester United)

“Saya tidak mau melihat lagi rekaman laga tahun 2009 itu, namun laga seperti itu jelas begitu sulit untuk dilupakan, hal yang terus begitu jelas terpatri dalam ingatan Anda,”

“Saya seringkali membalik ingatan saya tentang laga tersebut, saya merasa kami sama sekali tidak bermain malam itu, saat itu kami bukanlah Manchester United,”

“Namun kali ini kami akan memberikan hal yang lebih baik dan lebih layak bagi diri kami sendiri,”

Sir Alex Ferguson (Pelatih Manchester United)

“Ya, saya akui Barcelona adalah favorit di mata banyak orang dan mereka punya tim super, kaya pengalaman dan cukup muda untuk memberikan mereka keseimbangan tim yang bagus,”

“Tapi ini adalah tantangan yang tak sabar kami nantikan. Jangan singkirkan kami. Kami punya pemain untuk menang juga. Dan meski memuji Barcelona adalah hal yang datang dengan sendirinya, kami akan menunjukkan kontribusi kami sendiri.”

Josep ‘Pep’ Guardiola (Pelatih Barcelona)

“Saya harap mereka merasa jika inilah final Liga Champions terakhir mereka,”

“Kami harus menyadari seberapa berat bisa mencapai fase ini. Jika kami tak menyadari pentingnya laga ini, maka kami akan memberi keuntungan untuk United, dan terutama mereka juga punya dorongan untuk menang mengingat mereka kalah di final dua tahun lalu.”

“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami mengalahkan mereka dua tahun lalu tapi kami tak bisa melakukan kesalahan. Kami tahu ini akan berat, ini laga paling sulit musim ini,”

Siapa nanti bakal keluar sebagai pihak yang tertawa ataupun yang merana karena gagal juara hanya bisa terjawab ketika nanti peluit panjang tanda 90 menit laga berakhir dibunyikan oleh sang pengadil pada 28 Mei di Wembley.

sumber http://dunia-ganas.blogspot.com/2011/05/kata-kata-mereka-untuk-united-vs-barca.html